Mudik. Ilustrasi dari suyatno.wordpress.com
Mudik. Ilustrasi dari suyatno.wordpress.com

Mudik adalah sebagian dari ritus yang hampir wajib bagi sebagian rakyat Indonesia. Ya, ritual mudik memang sangat khas Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia mempunyai fenomena perpindahan penduduk sesaat ini selama kurang lebih satu minggu.

Lalu, apakah fenomena mudik ini hanya terjadi di Indonesia? Mungkin ya mungkin tidak. Kata pacar saya yang tahun kemarin umrah pada bulan ramadhan, di Arab Saudi pada saat Idul Fitri malah sepi-sepi saja. Di Arab Saudi yang ramai adalah Idul Adha atau Hari Raya Kurban, yang juga bertepatan dengan Bulan Haji.

Katanya mudik juga jadi tradisi di China (eh, maaf, Tiongkok!). Tentu saja mereka tidak mudik saat Lebaran, kecuali ya mungkin orang Tiongkok yang muslim seperti di Xinjiang. Orang-orang China mudik saat Hari Raya Imlek atau Tahun Baru China. Mungkin mudik mereka lebih dahsyat karena mengingat penduduk China yang luar biasa banyak.

Sebagai sebuah ritual (baca: tradisi) yang penuh romantisme, nostalgia dan peribadatan, mudik banyaklah tuntutan. Tuntutan yang kadang bagi anak muda seperti saya kurang menyukainya. Mulai dari kumpul dengan keluarga besar lantas malas menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar masalah pribadi (baca: kapan nikah?), “kewajiban” memberi uang kepada keponakan, baju baru atau gadget baru, hingga harus bertemu keluarga jauh atau teman lama yang kadang tidak asyik orangnya.

Saya membayangkan mudik adalah reuni keluarga kecil dengan makan besar. Cukup di halaman belakang rumah sambil bercerita dan bercanda. Setelah itu ketemuan dengan teman lama yang “asyik-asyik aja”. Saling menceritakan kisah lama terus berpesta sampai pagi menjelang.

Saya tahu bayangan saya tadi musykil terjadi. Meskipun demikian, bayangan tentang “mudik indah” tadi harus tetap saya simpan. Terus, semua ritual mudik yang tidak anda suka jangan dijadikan beban. Anggap saja ujian. Demi kesehatan mental dan pikiran.

Selamat menikmati mudik!!! 🙂

 

Tulisan ini adalah tulisan lama. Saya tulis sekitar dua tahun yang lalu. Saya posting ulang di sini karena saya lagi nggak ada ide untuk menulis, selain itu sepertinya tulisan ini masih relevan untuk dibaca 🙂

Tulisan aslinya dapat dibaca di sini

Iklan