Minggu sore adalah salah satu hari yang selalu saya nantikan. Pada hari tersebut, pacar saya datang dari kampung halamannya ke Semarang, setelah selama tiga hari melakukan tugasnya untuk mengajar anak-anak berkebutuhan khusus di rumahnya.

Minggu sore kemarin (15 Juli 2012), adalah Minggu sore seperti Minggu sore yang lain. Saya menjemput pacar saya di sebuah pertigaan di mana kami sering bertemu, terus pulang ke kontrakan, lantas bercengkerama tentang aktivitas masing-masing selama berpisah tiga hari sambil minum secangkir teh. Namun, Minggu sore kemarin agak berbeda. Pada Minggu sore tersebut, kami berdua hendak menonton sebuah pertunjukan musik sebuah band Semarang yang bernama Lipstik Lipsing.

Saya pribadi tidak kenal secara langsung pada setiap personelnya. Saya tahu lagu mereka setelah mendapatkan lagunya dari seorang teman yang sialnya saya lupa namanya. Sebuah EP yang berisi tiga lagu, Early Express, Suburban Love dan Rebirth. Pada pendengaran pertama, jujur saya langsung suka 🙂 Kesukaan saya pada lagu-lagu mereka pun saya tularkan pada pacar saya 😀

Dan, ketika kami mendengar Lipstik Lipsing akan mengadakan sebuah pertunjukan di Tinjomoyo, maka bersukalah kami. Kami pun datang tepat waktu, sesuai edaran mereka lewat jejaring sosial yang mengatakan pertunjukan akan dimulai pukul 3 sore. Namun, ketika kami sampai tempat acara, rupanya acara belum siap. Masih terlihat para anggota band yang sedang check sound. Tidak apa. Molornya acara seakan memberi kesempatan pada kami untuk jalan-jalan terlebih dahulu di sela-sela batu sungai sambil mendengar gemericik air (halaaah) 😀

Lipstik Lipsing Live @ Tinjomoyo. Sumber gambar: http://artikulasi.tumblr.com
Lipstik Lipsing Live @ Tinjomoyo. Sumber gambar: http://artikulasi.tumblr.com

Sekitar pukul 4 sore dimulailah acara. Mereka membawakan sekitar 10 lagu. Semua single mereka bawakan (setidaknya yang saya kenal) dengan beberapa lagu cover version. Secara umum, penampilan mereka luar biasa. Meski beberapa lagu agak janggal di telinga saya karena diaransemen ulang dengan tambahan biola. Beberapa lagu tampak lebih pelan dan syahdu (hiks!).

Saya membayangkan pertunjukan mereka akan sampai malam. Menyongsong matahari senja berpulang pada malam. Di benak saya sudah terbayang sebuah pertunjukan yang ketika hari gelap akan menyala lampu-lampu yang ditata sedemikian rupa sehingga menimbulkan efek yang magis. Saya membayangkan Suburban Love dimainkan saat terjadi peralihan tersebut. Hmm, namun bayangan saya tidak terjadi. Tidak apa. Penampilan mereka telah berhasil menyihir saya. Muka pacar saya memerah ketika Suburban Love disenandungkan. Ia mengaku “merinding” mendengarnya.

Sekali lagi, salut buat Lipstik Lipsing!!! Kalian luar biasa. Minggu sore kami menjadi “jingga” karenamu.

Tabik!!! 🙂

Iklan