Entah mengapa hari ini saya tidak bisa konsentrasi kuliah. Di kepala saya selalu muncul bayangan-bayangan atau imajinasi tentang mahluk luar angkasa. Saya membayangkan AC yang ada di atas saya adalah alien dari Planet X. Pengharum ruangan elektrik yang lampunya berkedip-kedip adalah robot pengintai yang disusupkan alien-alien tersebut untuk memata-matai mahluk bumi. Saya menduga, mereka mencoba mengikuti perkuliahan agar bisa menyerap setiap ilmu pengetahuan dan kebudayaan mahluk bumi.

Yah, begitulah. Sebenarnya perkuliahan hari ini berjalan cukup menarik. Saya dan teman-teman asyik berdiskusi tentang Formalisme Rusia. Satu kelas dibagi menjadi empat kelompok untuk mendiskusikan sebuah cerpen terjemahan dari Bosnia. Berkisah tentang tragedi kemanusiaan pasca perang Bosnia-Serbia.

Meski begitu, keasyikan berdiskusi tidak mampu menyembunyikan imajinasi saya. Di tengah riuhnya diskusi, saya melirik pengharum ruangan yang ada di pojok kelas. Warnanya putih dan mirip robot dalam film Wall-E. Maka otak saya langsung berimajinasi. Lampunya yang berkedip-kedip tidak membuat saya nyaman. Pancarannya seakan menatap saya. Membuat saya merasa diteror.

pengharum ruangan elektrik di kelas saya tampak seperti ini

Dito, teman satu kelompok saya, ketika saya beritahu tentang fenomena alien tersebut, tampak mengiyakan. Rupanya hanya saya dan dia yang dapat menangkap fenomena tersebut. Dia menambahkan, alien-alien itu masih sejenis dengan Megatron, namun dalam versi yang lebih mini. Wow!!!

Saya tidak tahu apakah dia sedikit bosan dengan kuliah, sehingga menanggapi imajinasi saya. Yang jelas, perkuliahan tadi sangat menegangkan bagi kami. Hingga saya berpikir, apakah orang-orang terdekat kita, pacar, keluarga, teman, sahabat atau mungkin professor yang mengajar saya adalah alien. Memikirkan hal ini, saya menjadi sangat terasing.

Pasti perasaan ini tidak hanya menghinggapi benak saya. Saya yakin, di luar sana masih ada “kehidupan”.

Iklan