Kenapa saya sering menulis di hari Sabtu? Mungkin karena akhir pekan adalah hari di mana para manusia bisa berpikir bahagia. Jadi, selain akhir pekan para manusia sulit berpikir bahagia? Tidak juga. Tapi dari survei terakhir yang saya ketahui, pada setiap akhir pekan, Trending Topic dunia di Twitter selalu penuh dengan kebahagiaan dan optimisme.

Biasanya di akhir pekan, saya selalu sendiri. Sendiri dalam artian pacar saya selalu pulang ke kampung halamannya, jadi secara resmi saya menyandang status “jomblo geografis”. Dengan menyandang status seperti itu, saya mempunyai rasa rindu atau kangen. Rindu atau kangen tersebut seiring sejalan dengan introspeksi. Mungkin seperti perenungan. Apakah selama seminggu ke belakang saya telah berbuat salah kepada pacar saya, berbuat bodoh, atau melukai perasaannya.

Yap! Setiap hubungan kekasih selalu penuh dengan fluktuasi. Kadang naik kadang turun. Hampir selalu ada negosiasi dalam menentukan pilihan. Kadang saya capek, kadang pacar saya capek, kadang kita berdua sama-sama capek.

Memang harus ada spasi jika ingin sebuah kalimat terbaca. Namun, kalimat dengan spasi yang terlalu lebar, juga membuat kita bingung, ini spasi atau jeda paragraf??? Kadang negosiasi pun tidak cukup. Harus ada pula yang namanya politik. Saya tidak tahu apakah pilihan kata “politik” ini tepat. Politik yang mennghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kok kayaknya nggak cocok sama perilaku “saling mencintai”. Namun terbukti, ada beberapa orang yang memang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan “cinta”.

Terus gimana solusinya agar kalimat tetap berspasi namun jangan terlalu lebar agar tidak jadi paragraf? Nah, itu yang sedang saya tanyakan pada agan-agan semua. Mungkin kita harus sering improvisasi. Atau kalau kepepet, buat kalimatnya menjadi sebuah puisi. Sesuai pengertian oldschool-nya, puisi adalah karangan yang “bebas”. Tidak terikat kalimat atau paragraf. Dalam puisi ada pula Licencia Poetica, sebuah ijin untuk “mengacak-acak bahasa” demi kepentingan keindahan puisi itu sendiri.

Jadi, mari mencintai seperti menulis puisi!!! 🙂

 

NB: khusus akhir pekan ini pacar saya tidak pulang kampung. Meski begitu, saya tetap berhasil melakukan “rindu” dan perenungan 😀

Iklan