Bingung malam minggu mau kemana? Nah, jika anda sedang di Semarang pada akhir pekan, mampirlah ke Waroeng Semawis di Pecinan Semarang. Buka setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu malam disepanjang jalan Gang Warung, Pecinan – Semarang. Waroeng Semawis menyajikan beraneka ragam hidangan yang bisa anda pilih bersama keluarga mulai dari pisang plenet khas Semarang, kue serabi, aneka sate, bubur kacang hingga menu – menu steamboat yang menarik untuk dicicipi. Pusat jajan terpanjang di Semarang ini buka mulai jam 6 sore hingga tengah malam. Siapkan payung pada musim hujan, sebagian besar tempat makan berada ditempat terbuka [www.gangbaru.com]

Aga Petir & Lilin
Aga Petir & Lilin

Tadi malam, saya bersama sepasang kekasih bernama Aga Petir dan Lilin jalan-jalan kesana. Menikmati suasana Pecinan yang bersahaja. Ketika masuk kesana, saya membayangkan berada di jalanan Hongkong atau Shanghai menunggu anggota Triad saling baku tembak 😀

[Karaoke di Waroeng Semawis]

Setelah melihat para bapak dan ibu berdendang karaoke dan berjoget ria, kami bertiga menikmati jajanan yang lumayan unik, yaitu Twister Potato. Makanan ini adalah kentang yang ditusuk dengan bambu terus digoreng. Lumayan enak sih. Harganya Rp. 8000,00 per tusuk.

[Twister Potato]

Setelah puas jajan, hasrat kami selanjutnya adalah menonton pertunjukan operet. Judulnya Operet Dewi Bulan Chang’e. Kisah mitologi Chang’e menjadi salah satu cerita yang turun temurun dalam masyarakat Tiong Hoa. Dikisahkan seorang wanita yang menuju bulan namun tidak bisa kembali lagi. Kisahnya mungkin sudah banyak yang tahu jika kita pernah mengikuti kisah Kera Sakti.

[Operet Dewi Bulan Chang’e]

Pertunjukannya lumayan unik. Saya selalu merasa asyik jika menonton kesenian tradisi semacam ini. Ada sensasi sendiri yang tidak kita dapati ketika menonton pertunjukan kontemporer. Sensasinya mirip menonton kethoprak di kampung atau Wayang Orang.

Demikianlah cerita saya di malam minggu ini 🙂

Iklan