Tadi malam saya melihat seekor kucing mati di jalan. Saya melihatnya ketika naik motor saat hendak mengantar pacar saya pulang ke kosnya. Kucing itu sepertinya mati tertabrak dengan menyisakan genangan darah di sekitarnya.

Selalu ada perasaan lain yang timbul ketika melihat seekor kucing mati di jalan. Perasaan yang sangat beda jika yang mati din jalan adalah seekor tikus atau ayam. Konon, di daerah tertentu, jika seseorang menabrak seekor kucing sampai mati, orang itu harus menguburnya selayaknya mengubur manusia yang meninggal.

Saya tidak tahu kenapa mempunyai perasaan lain ketika melihat kucing mati di tengah jalan. Mungkin karena sedari kecil saya diberitahu oleh buku-buku sejarah kenabian jika kucing adalah salah satu hewan kesayangan Nabi Muhammad. Atau mitos yang beredar di masyarakat jika kucing mempunyai nyawa berjumlah sembilan. Jelas dari dua hal tersebut, kucing mempunyai kedudukan yang penting dalam kehidupan manusia.

Dewa-dewa bangsa tertentu mewujud dalam bentuk kucing. Selain anjing, kucing adalah hewan peliharaan manusia yang paling populer. Kucing menjadi simbol kemisteriusan, keseksian, dan kelicikan. Bisa kita lihat dalam mitos nyawa sembilannya, tuduhan kepada kucing yang sering dikaitkan dengan penyihir pada abad Pertengahan. Pembunuhan kucing pada abad pertengahan karena dianggap dekat dengan ilmu hitam, membuat tikus merajalela dan penyakit pes menyebar dan mengakibatkan Black Death. Keseksian kucing dapat kita lihat dalam iklan kondom yang meniru suara kucing atau citraan seksi dalam tokoh Catwoman. Kelicikannya dapat kita lihat dalam Puss in Boots atau Tom & Jerry.

[Puss in Boots]

Menurut Wikipedia, saat ini, kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), adalah persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Walau yang tertabrak dan meninggal tadi malam adalah kucing kampung yang kematiannya saya rasa tidak akan mempunyai efek yang besar pada populasi kucing kampung yang 99% di seluruh dunia, saya tetap saja merasa nggregel. Yang lebih membuat saya merasa tidak berguna adalah kucing itu hanya dibiarkan begitu saja di tengah jalan, seakan menunggu untuk dilindas roda kendaraan.

Maafkan saya, kucing! Saya juga tidak berani untuk menguburmu. Saya lumayan takut darah. Bahkan kepada jarum suntik pun saya takut. Semoga kamu tenang di sana! Amin.

Iklan