Apa yang membuat anda datang ke sebuah acara? Acara apa pun itu. Baik acara hiburan, kesenian, kebudayaan, atau kumpul-kumpul tingkat RT atau kelurahan. Hm, pasti banyak alasannya. Ada yang datang karena kewajiban, karena kebutuhan, karena pekerjaan, atau karena tidak merasa enak kepada pihak pengundang.

Tadi malam saya datang ke sebuah acara kesenian. Lebih tepatnya pameran fotografi di Grobak a[r]t Kos, Semarang. Jau-jauh hari saya telah menerima undangannya lewat jejaring sosial Facebook. Acara ini terselenggara atas kerjasama Komunitas Hysteria dan ketjilbergerak dan bertajuk Mental Histoire. Dua-duanya adalah sindikat kebudayaan mutakhir yang didominasi oleh anak-anak muda.

[laporan pandangan mata pada saat pameran]

Jujur, yang membuat saya kepingin hadir dalam pembukaan pameran fotografi ini adalah penampilan pemandu sorak dari SMK Theresiana, Semarang. Bagi seorang bujangan seperti saya, melihat penampilan para pemudi manis nan atraktif seperti pemandu sorak adalah setengah dari fardhu kifayah. Apalagi saya juga bukan penikmat fotografi. Jadi tidak ada alasan lain bagi saya untuk menghadiri acara tersebut selain melihat “keindahan”.

[aksi pemandu sorak SMK Theresiana]

Pun, saya juga tidak begitu mengenal orang-orang yang hadir di acara tersebut. Hanya beberapa teman lama saya, seperti Aga Petir dan pacarnya, Wanto Matra dan gebetan “barunya”, dan sudah pasti tuan rumah yang sudah lama menjadi teman saya, yaitu tak lain tak bukan, the special one, Adin Mbuh!!!

Aga Petir @Grobak a[r]t Kos

Aga Petir @Grobak a[r]t Kos

Saya salut dengan usaha Adin untuk membuat acara ini menjadi sangat meriah dan asyik untuk dinikmati. Dengan menampilkan pertunjukan pemandu sorak dan musik-musik elektronik membuat acara menjadi tidak “hampa” dan nglangut. Kritik dan anggapan saya terhadap Adin dan Hysteria terhadap penyelenggaraan acara internal mereka, yang dahulu kala sering kacau, nggak asyik dan geje, sekarang mulai pupus. Mereka sekarang tampak lihai mengemas acara. Dengan mengambil pangsa anak muda yang dinamis, provokatif dan revolusioner! 😀

Lanjutkan usahamu, Bung!!! Sukses untuk pameran fotonya. Ada beberapa foto yang aku suka. Kalau bisa besok ada pameran pemandu sorak dengan pembukaan orang bikin foto. Pasti lebih gila dan lebih ruameee!!! 😀 Hiraukan saja orang yang ngomong nggak jelas dan menganggap tabu jika sebuah pameran dibuka dengan atraksi pemudi-pemudi manis yang berjiwa muda. Mereka tidak tahu arti bersenang-senang!!!

NB:  maaf tadi malam saya pulang duluan dan tidak sampai selesai acara. Saya harus menemani Erna Hernandith yang dikepung para penyair 😀

Iklan