Malam ini saya tidak mau menulis tentang elegi. Sudah cukup minggu kemarin saya menulisnya. Atau mungkin biar penulis lain yang lebih berbakat yang harus menulisnya. Malam ini saya mau menulis tentang bersenang-senang. Bersenang-senang menikmati malam, bersama teman-teman, dan merindukan kekasih yang ada di kota seberang.

Ada dua acara pada malam ini. Yang pertama ada undangan acara baca puisi “Serapah Ibu” karya Sandra Palupi di Teater Terbuka, TBRS. Ada teman saya Erna Hernandith yang mau baca puisi di acara tersebut. Acara ini pun yang mengundang teman saya, Agung Hima aka Mata Kita. Yang kedua adalah acara pameran fotografi “Mental Histoire” di Grobak a[r]t Kos. Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Hysteria yang juragannya, Adin Mbuh, baru saja ulangtahun beberapa hari yang lalu.

Sebenarnya saya cukup bingung jika ada dua undangan acara kesenian yang diselenggarakan bersamaan. Apalagi jika yang mengundang sama-sama kenal baik. Seperti dua acara di atas. Sebisa mungkin saya menyempatkan datang ke semua acara. Tentu saja dengan agak memaksakan diri. Hehehe!

Biasanya saya cari apakah ada yang menarik di acara tersebut. Acara di Grobak a[r]t Kos ada pembukaan yang menampilkan pemandu sorak dari SMK Santa Theresiana, Semarang. Mungkin saya akan hadir ke acara ini dulu. Jelas menyaksikan cewek-cewek SMA berjumpalitan memakai rok mini lebih menarik daripada sekedar menyaksikan seorang penyair tua berdarah-darah membaca puisi. Apalagi kalau cowok penyairnya!!! 😀

Setelah itu, kalaupun acaranya belum selesai, saya baru ke TBRS. Semoga ada yang kenal di sana. Sungguh aneh jika saya di sana terasing, tidak kenal siapa-siapa, hanya melihat para penyair yang bisanya cuma bilang “malam yang menggigil”, dan tidak bawa pacar! Aduuuuhhh….

Oke, saatnya untuk mandi. Semoga tidak hujan. Cerah ceria. Dan… selamat malam minggu semuanya!!! 🙂

Iklan